Generative AI sebagai Instrumen Neokolonialisme Digital dalam Pendidikan Budaya: Studi Pustaka tentang Penyebaran Ideologi Barat, Marginalisasi Pengetahuan Lokal, dan Strategi Menuju Inklusivitas.

Penulis

  • Henry Ruagadi Prodi Sosiologi, FISIPOL, Universitas Kristen Tentena
  • Yulian Taaha Prodi Ekonomi Pembangunan, FEKON, Universitas Kristen Tentena
  • Sulvia Tondowala Prodi Pendidikan Guru Anak Usia Dini, FKIP, Universitas Kristen Tentena
  • Yohanes Pasambaka Prodi Ekonomi Pembangunan, FEKON, Universitas Kristen Tentena
  • Yuyun Tobondo Prodi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Kristen Tentena

Kata Kunci:

Ketidakadilan Epistemik, Neokolonialisme Digital, Pendidikan Budaya, Strategi Inklusivitas, Teknologi AI Generatif

Abstrak

Penelitian ini mengkaji peran Kecerdasan Buatan Generatif (GAI) sebagai instrumen neokolonialisme digital dalam pendidikan budaya melalui pendekatan studi pustaka deduktif. Penelitian ini menganalisis literatur untuk mengeksplorasi penyebaran ideologi Barat, marginalisasi pengetahuan lokal, dan strategi menuju inklusivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GAI sering kali memperkuat narasi hegemonik Barat, memarginalisasi pengetahuan lokal, dan memperparah ketidakadilan epistemik dalam konteks pendidikan multikultural. Tanpa sensitivitas budaya, GAI melanggengkan bias yang melemahkan identitas lokal dan keterampilan berpikir kritis. Namun, strategi inklusif, seperti mengintegrasikan pengetahuan lokal ke dalam kurikulum dan menerapkan pedagogi kritis, memungkinkan GAI mendukung pendidikan yang setara dan menghormati keragaman budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kritis dan adaptif budaya diperlukan untuk mencegah GAI menjadi alat dominasi ideologis, menciptakan lingkungan belajar inklusif yang menghargai pengetahuan lokal.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-17

Cara Mengutip

Ruagadi, H., Taaha, Y., Tondowala, S., Pasambaka, Y., & Tobondo, Y. (2025). Generative AI sebagai Instrumen Neokolonialisme Digital dalam Pendidikan Budaya: Studi Pustaka tentang Penyebaran Ideologi Barat, Marginalisasi Pengetahuan Lokal, dan Strategi Menuju Inklusivitas. Pandelo’e, 4(1), 41–49. Diambil dari https://publikasi.unkrit.ac.id/index.php/Pand/article/view/44

Terbitan

Bagian

Artikel