OPTIMALISASI PENDEKATAN FOLLOW THE ASSET DAN FOLLOW THE MONEY MELALUI DEFERRED PROSECUTION AGREEMENT DALAM PENANGANAN PERKARA PIDANA DI INDONESIA

Penulis

  • Yosafat Tabasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Kristen Tentena
  • Yuyun Tobondo Prodi Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Kristen Tentena

Kata Kunci:

Follow the Asset, Follow the Money, Investigasi Keuangan, Pemulihan Aset, Perjanjian Penundaan Penuntutan

Abstrak

Penelitian ini mengkaji optimalisasi pendekatan "follow the asset" dan "follow the money" melalui Deferred Prosecution Agreements (DPAs) dalam penanganan perkara pidana di Indonesia, khususnya kejahatan kerah putih seperti korupsi. Pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan metode deduktif digunakan untuk menganalisis kerangka hukum, artikel ilmiah, dan praktik internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPAs mendorong akuntabilitas korporasi sambil mengurangi dampak negatif pada pemangku kepentingan, mendukung pemulihan aset dan kepatuhan. Integrasi akuntansi forensik dan teknologi seperti blockchain meningkatkan efektivitas investigasi keuangan. Di Indonesia, strategi ini sejalan dengan undang-undang anti-korupsi namun menghadapi tantangan, seperti koordinasi antar-lembaga yang lemah, tingkat pemulihan aset rendah, dan hambatan prosedural. Penelitian menyimpulkan bahwa optimalisasi memerlukan penguatan kerangka institusional, pelatihan lanjutan, dan kerjasama global. Rekomendasi mencakup perbaikan koordinasi antar-lembaga, adopsi teknologi modern, dan peningkatan bantuan hukum internasional untuk memperkuat sistem peradilan pidana Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-26

Cara Mengutip

Tabasi, Y., & Tobondo, Y. (2025). OPTIMALISASI PENDEKATAN FOLLOW THE ASSET DAN FOLLOW THE MONEY MELALUI DEFERRED PROSECUTION AGREEMENT DALAM PENANGANAN PERKARA PIDANA DI INDONESIA. Pandelo’e, 5(1), 85–94. Diambil dari https://publikasi.unkrit.ac.id/index.php/Pand/article/view/52

Terbitan

Bagian

Artikel