Generative AI sebagai Instrumen Neokolonialisme Digital dalam Pendidikan Budaya: Studi Pustaka tentang Penyebaran Ideologi Barat, Marginalisasi Pengetahuan Lokal, dan Strategi Menuju Inklusivitas.
Kata Kunci:
Ketidakadilan Epistemik, Neokolonialisme Digital, Pendidikan Budaya, Strategi Inklusivitas, Teknologi AI GeneratifAbstrak
Penelitian ini mengkaji peran Kecerdasan Buatan Generatif (GAI) sebagai instrumen neokolonialisme digital dalam pendidikan budaya melalui pendekatan studi pustaka deduktif. Penelitian ini menganalisis literatur untuk mengeksplorasi penyebaran ideologi Barat, marginalisasi pengetahuan lokal, dan strategi menuju inklusivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GAI sering kali memperkuat narasi hegemonik Barat, memarginalisasi pengetahuan lokal, dan memperparah ketidakadilan epistemik dalam konteks pendidikan multikultural. Tanpa sensitivitas budaya, GAI melanggengkan bias yang melemahkan identitas lokal dan keterampilan berpikir kritis. Namun, strategi inklusif, seperti mengintegrasikan pengetahuan lokal ke dalam kurikulum dan menerapkan pedagogi kritis, memungkinkan GAI mendukung pendidikan yang setara dan menghormati keragaman budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kritis dan adaptif budaya diperlukan untuk mencegah GAI menjadi alat dominasi ideologis, menciptakan lingkungan belajar inklusif yang menghargai pengetahuan lokal.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Pandelo'e

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



